Kebun Hidroponik Indonesia
Peralatan

Cari Tahu 5 Media Tanam Hidroponik Yang Cocok Untuk Tanaman Anda

Banyak orang saat ini memilih untuk bercocok tanam menggunakan sistem Hidroponik. Hal ini dikarnakan semakin sedikitnya lahan yang dapat digunakan untuk menanam tanaman guna penghijauan. Hidroponik sendiri sangat sedikit penggunaan tanah, bahkan bisa dikatakan tidak memerlukan tanah untuk media tanamnya. Hanya dengan bantuan air yang diberi larutan nutrisi, tanaman dapat tumbuh dengan subur.

Jika Anda memiliki hasrat untuk mencoba bercocok tanam menggunakan sistem hydroponik. Lebih baik jika Anda mengetahui terlebih dahulu, apa saja yang dapat di jadikan media tanam hidroponik yang baik dan bagus bagi pertumbuhan tanaman. Dengan mengetahuinya lebih awal, tentu saja daoat meningkatkan angka kesuksesan Anda dalam bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik ini sendiri.

Kenali Jenis Media Tanam Hidroponik Yang Baik Untuk Digunakan

Berikut ini akan kami jelaskan beberapa macam media tanam hidroponik yang bisa di jadikan pilihan saat Anda hendak memulai bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik.

Media Tanam Rockwool

Rockwool

Rockwool merupakan salah satu media tanam yang paling sering digunakan oleh petani hydroponik untuk di jadikan bahan utama. Media tanam yang satu ini mempunyai kelebihan yang jarang di jumpai media tanam lainnya. Hal yang paling terlihat adalah, komposisi antara udara dan ari yang mampu disimpan oleh rockwool.

Media tanam rockwool sendiri bersifat ramah lingkungan dikarnakan terbuat dari kombinasi batuan basalt , batuan kapur dan juga batu bara yang kemudiaan dipanaskan dengan suhu tinggi 1.600 derajat celcius. Batu-batuan tadi dipanaskan hingga meleleh dan kemudian di bentuk menyerupai serat-serat.

Rockwool sendiri mengandung pH yang bisa dikatakan tinggi bagi beberapa macam tanaman. Hal itulah yang membuat perlunya perlakuan khusus terhadap rockwool sebelum di gunakan sebagai media tanam.

Gambar media tanam hidroponik dari sekam bakar

Sekam Bakar

Tidak kalah dengan rockwool, sekam bakar atau arang sekam juga banyak di minati oleh petani sebagai media tanam hidroponik. Sekam yang dibakar ini dipercaya lebi steril dan lebih effisien untuk di gunakan menanam tumbuhan secara hidroponik.

Kelebihan sekam bakar sendiri antara lain terdapatnya komponen kimiawi didalamnya. Kimiawi yang dibutuhkan tumbuhan ini antara lain kadar air, protein kasar, abu, serat kasar, lemak, karbon, karbohidrat, hidrogen, oksigen dan silika.

Harga sekam bakar ini relatif lebih murah di bandingkan dengan rockwool, dan membuatnya disukai oleh banyak petani.

Untuk mendapatkan sekam bakar juga sangat mudah. Apalagi jika Anda tinggal di daerah pedesaan. Keberadaan arang sekam ini bisa Anda dapatkan secara gratis. Proses pembakaran sekam juga mampu menghilankan segala macam zat yang tidak dibutuhkan tanaman.

Media tanam hidroponik dengan hidroton

Media Tanam Hidroponik Dengan Hidroton

Banyak orang yang belum tahu apa itu hidroton atau expanded clay. Hidroton adalah sebuah media tanam yang sering digunakan oleh para petani hidroponik yang terbuat dri tanah liat dan berbentuk seperti batu bulat kecil. Untuk membuat hidroton, perlu dilakukan pemanasan hingga suhu mencapai 1000 derajat celcius. Petani di negara Jerman sering menggunakan hidroton sebagai media tanam hidroponik mereka.

Hidroton sangat baik digunakan untuk menumbuhkan tanaman cabe menggunakan sistem hidroponik. Hal ini dikarnakan hidroton mampu menyimpan air bersih dengan baik dan mampu menopang berat buah dari tanaman kita.

Spon

Spons sudah cukup dikenal baik oleh masyarakah Indonesia. Biasanya spon digunakan untuk membantu ibu rumah tangga dalam urusan mencuci barang dapur. Bahkan banyak pengusaha cuci mobil dan motor menggunakan spon untuk membantu mereka menjalankan jasa cucinya tersebut.

Spon juga bisa dijadikan media tanam hidroponik. Karna spon mempunyai bobot sangat ringan, maka media tanam satu ini akan mudah untuk ditempatkan atau di pindahkan kei mana saja. Walaupun memeiliki bobot yang ringan, akan tetapi spon tidak perlu diberikan penahan karna sudah akan menjadi lebih padat saat terkena air.

Daya tahan bahan spon untuk media tanam hidroponik juga sudah diakui. Spon dapat digunakan berulang kali dan tidak mudah rusak. Daya serap spon juga menjadi bahan pertimbangan para petani hidroponik memilihnya sebagai media tanam. Spon mampu menyimpan air selama 2 minggu.

Cocopeat atau Serbuk Sabut Kelapa

Cocopeat merupakan sebuah media tanam hidroponik yang sifatnya organik. Media tanam hidroponik dengan cocopeat ini pertama kali ditemukan pada tahun 80-an oleh Dutch Plantin dan menjadi pihak yang pertama kali menemukan bahwa serbuk halus dari sabut kelapa mampu dijadikan sebagai salah sati media untuk bercocok tanam dengan sistem hidroponik.

Cocopeat juga dikenal dengan sebutan coir fibre pith, coir pith, coir dust atau coir saja yang memiliki arti sabut. Cocopeat sebagai media tanam di katakan mampu menampung air yang sangat tinggi.

Serbuk sabut kelapa juga di percata mampu menyimpan kandungan air hingga angka 6 – 9 kali lipat dari besarnya. Maka dari itulah, budidaya tanaman dengan hidroponik Anda akan menjadi lebih irit dalam penggunaan air karena intensitas penyiraman yang akan dilakukan lebih sedikit.

Leave a Comment